Senada dengan Ford, General Motors Hentikan Penjualan di Beberapa Negara

Senada dengan Ford, General Motors Hentikan Penjualan di Beberapa Negara

323
0
BERBAGI
(Foto: snopes)

Entah apa yang terjadi pada produsen-produsen mobil asal Amerika Serikat belakangan ini. Jika sebelumnya kita mendengar kabar tutupnya sejumlah pabrik Ford dan hengkangnya pemegang merek Ford di sejumlah negara karena pangsa pasar yang terus menurun, kini giliran General Motors (GM) yang mengalami hal senada.

GM telah mengumumkan bakal menghentikan penjualan kendaraannya di Afrika Selatan dan India akhir tahun ini. Tak hanya itu, GM juga akan menghentikan produksinya dan mengalihkan proses manufakturnya ke Isuzu Motors. Lebih lanjut, GM juga menjual pabrik Struandale di Port Elizabeth, serta melepas 30 persen saham mereka di Isuzu Truck Afrika Selatan, yang merupakan joint venture dengan Isuzu. Wah, ada masalah apa ya sampai GM mengambil langkah seperti ini?

Menghemat Biaya Operasional

Keputusan berat yang diambil GM itu turut berimbas ke sejumlah lini bisnisnya. Selain berhenti beroperasi di Afrika Selatan dan India, GM juga dikabarkan bakal meninggalkan Afrika Timur dan menyederhanakan struktur organisasinya di Singapura. Sebagai informasi, GM Singapura sendiri adalah basis bagi sejumlah pasar GM seperti Australia, Selandia Baru, India, Korea dan Asia Tenggara. Langkah restrukturisasi ini diklaim bisa membantu GM menghemat biaya operasional sebesar US$ 100 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun per tahun.

Pabrik GM di Talegaon, India (Foto: autobics)

Meski menarik diri dari India, namun GM berencana untuk memanfaatkan fasilitas perakitannya di Talegaon untuk memproduksi kendaraan yang bakal diekspor ke sejumlah negara seperti Meksiko, Amerika Tengah serta Amerika Selatan. Walaupun menghentikan penjualan di sejumlah negara, namun GM berjanji akan tetap memberikan pelayanan terkait purnajual kendaraannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY