Gara-Gara Takata, 4 Produsen Mobil Ini Kena Denda Rp 7,1 Triliun!

Gara-Gara Takata, 4 Produsen Mobil Ini Kena Denda Rp 7,1 Triliun!

297
0
BERBAGI
Takata membuat produsen mobil pemakai komponennya terseret kasus (Foto: IBtimes)

Kami yakin Anda masih ingat betul kasus-kasus yang menimpa produsen airbag asal Jepang, Takata, bukan? Seolah tak kunjung henti, kasus-kasus malfungsi airbag buatan Takata masih terus bergulir dan turut menyeret para produsen mobil yang memakai Takata sebagai komponen airbag di mobil mereka.

Baru-baru ini, empat produsen mobil dunia, Toyota, BMW, Mazda dan Subaru terseret kasus dan diharuskan membayar denda hingga USD 533 atau setara Rp 7,1 triliun gara-gara ada kesalahan komponen pada airbag buatan Takata yang ada di mobil mereka. Wah!

Muncul Gugatan Kelompok

Keempat produsen besar tersebut terkena kasus akibat munculnya gugatan kelompok (class action) di Amerika Serikat yang menganggap keempat produsen tersebut merugikan orang (termasuk adanya korban jiwa 11 orang meninggal karena kecelakaan di Amerika Serikat) lantara ada malfungsi pada kantung udara Takata yang ada di mobil mereka. Melalui gugatan tersebut, Toyota sepakat membayar ganti rugi hingga US$ 278,5 atau setara Rp 3,7 triliun, Mazda US$ 75,8 juta setara Rp 1 triliun, BMW US$ 131 atau setara Rp1,75 triliun dan Subaru di denda US$ 68,3 atau setara Rp 914 miliar.

Tuntutan ganti rugi pada 4 produsen besar Toyota, BMW, Mazda dan Subaru mencapai Rp 7,1 triliun (Foto: Takata)

Denda yang didapat dari keempat produsen tersebut nantinya akan digunakan untuk program menjangkau konsumen yang belum mengikuti kampanye recall. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk menyewa mobil bagi konsumen yang memerlukan. Hal ini dikarenakan konsumen yang mobilnya bermasalah pada kantung udaranya terpaksa meninggalkan mobilnya untuk diperbaiki, sehingga perlu ada kendaraan lain agar si pemilik mobil bermasalah bisa tetap beraktifitas.

Produsen Lain Bisa Mengalami Hal Serupa

Saat ini, tercatat setidaknya ada 100 juta kendaraan yang mengalami masalah akibat airbag, dan lebih dari 50 persennya ada di Amerika Serikat. Selain korban jiwa, didapat pula laporan adanya ratusan korban dengan luka serius akibat komponen airbag. Ini berarti tidak hanya keempat produsen mobil yang disebutkan di atas saja yang berpotensi kena kasus serupa.

CEO Takata Shigehisa Takada saat mengumumkan niat untuk mengundurkan diri dari jabatannya akibat kasus airbag (Foto : Reuters)

Saat ini, Honda, Ford dan Nissan juga disebut tengah menjalani proses negosiasi terkait dana ganti rugi untuk masalah yang sama. Pihak Takata sendiri, seperti kita ketahui, telah mengakui kesalahannya dan bersedia untuk membayar denda sebesar USD 1 miliar atau setara Rp 13 triliun lebih.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY