Ingin Ikuti Kesuksesan Mobil Listrik di China, India Dinilai Belum Siap

Ingin Ikuti Kesuksesan Mobil Listrik di China, India Dinilai Belum Siap

361
0
BERBAGI
(foto: autoblog)

India baru saja dikabarkan akan mengikuti langkah serupa dengan China, yang secara agresif mendorong teknologi kendaraan yang bersih. Regulasi baru yang akan mulai pada bulan Juli 2017 ini dinilai akan memberatkan produsen mobil lokal dan akan memberi kesempatan besar bagi para produsen mobil listrik dari China. Untuk meniru kesuksesan China, rasanya akan menjadi sulit, karena kendaraan listrik dinilai mahal, salah satunya akibat dari biaya baterai yang tinggi. Seturut dengan hal itu, produsen mobil India pun mengatakan kurangnya stasiun pengisian listrik di India juga membuat keseluruhan rencana ini menjadi tidak layak.

Kebijakan yang diusulkan berfokus pada kendaraan listrik, dan kemungkinan termasuk plug-in hybrid, tidak pada model hibrida konvensional yang sudah dijual di India, seperti sedan Toyota Camry, sedan Honda Accord dan mobil hibrida ringan yang dibangun oleh Maruti Suzuki. Dengan menggandakan tenaga listrik, India beralih dari kebijakan yang sebelumnya diumumkan pada tahun 2015, yaitu mendukung teknologi hibrida dan listrik. Hal itu juga menunda investasi di India, yang diperkirakan merupakan pasar mobil penumpang terbesar ketiga di dunia dalam dekade berikutnya, menurut eksekutif industri dan analis. “Semua perubahan kebijakan ini akan mempengaruhi produk dan investasi masa depan,” kata Puneet Gupta, manajer Asia Selatan pada perusahaan konsultan IHS Markit, kemudian menambahkan bahwa sebagian besar produsen mobil perlu memikirkan kembali peluncuran produk, terutama hibrida.

Kesenjangan Ekonomi

Mahindra & Mahindra adalah satu-satunya pembuat mobil listrik di India yang berupaya meningkatkan penjualan. Namun mereka juga mengeluhkan rendahnya minat pembeli serta infrastruktur yang tidak mencukupi. Pawan Goenka, Managing Director Mahindra, mengatakan perusahaan tersebut bekerja sama dengan pemerintah dan swasta guna mendirikan stasiun pengisian daya di India. Mahindra juga fokus mengembangkan mobil dan taksi listrik, kata Goenka.

Teknologi Hibrid yang dibuat oleh Maruti Suzuki pada Ertiga Diesel Hybrid juga tidak didukung oleh pemerintah India, karena rencananya pajak mobil hybrid konvensional seperti ini malah akan lebih mahal daripada pajak mobil listrik. (Foto: ototaiment)

Biaya mendirikan stasiun pengisian daya mobil di India berkisar antara 500 dolar sampai 25.000 dolar AS tergantung kecepatan pengisian, menurut laporan jurnal online IOPscience pada 2016. Adapun kebijakan yang diusulkan adalah membangun stasiun pengisian baterai menggunakan dana pendapatan pajak dari penjualan kendaraan bensin dan solar. Di sisi lain, tidak disebutkan persyaratan investasi yang diperlukan atau apakah pemerintah akan ikut berkontribusi. “Untuk kendaraan listrik penuh, kesenjangan ekonomi tetap besar dan infrastruktur pengisian yang dibutuhkan tidak ada,” kata juru bicara Tata Motors. Perusahaan membuat bus listrik itu sedang mengerjakan pengembangan mobil listrik dan hibrida.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY