Di Masa Depan, Mobil Listrik Bakal Lebih Murah dari Mobil Konvensional

Di Masa Depan, Mobil Listrik Bakal Lebih Murah dari Mobil Konvensional

389
0
BERBAGI
Pengecasan baterai mobil listrik kian mudah (Foto: Getty Images)

Saat ini, berbagai pabrikan otomotif mulai memikirkan cara untuk terus mengembangkan mobil bertenaga listrik agar bisa segera menggantikan mobil bermesin konvensional alias berbahan bakar bensin atau diesel. Selain lebih ramah lingkungan, langkah ini juga mengantisipasi habisnya cadangan bahan bakar fosil di masa mendatang.

Sejumlah negara maju juga telah menyatakan dukungannya pada perkembangan mobil listrik maupun mobil berbahan bakar alternatif lainnya. Sayangnya, saat ini konsumen masih ragu membeli mobil listrik dikarenakan harganya yang mahal. Jika demikian adanya, mungkinkah perkembangan mobil listrik akan tersendat?

Bisa Lebih Murah

Sebuah penelitian menarik telah diungkapkan oleh ilmuan dari Bloomberg New Energy Finance terkait kekhawatiran konsumen pada harga mobil listrik yang mahal. Dalam laporannya, para ilmuan tersebut mengatakan kalau mobil listrik bakal punya harga jual lebih murah jika dibanding dengan mesin konvensional di masa mendatang. Hal ini dikarenakan adanya prediksi bahwa biaya baterai, yang selama ini jadi penyebab mahalnya mobil listrik, akan turun harga di masa depan, terutama di pasar Amerika Serikat dan Eropa di tahun 2025. Tidak tanggung-tanggung, menurut salah seorang periset, Colin McKerracher, diperkirakan harga baterai akan turun sampai 77 persen antara tahun 2026 sampai 2030.

Tak hanya Amerika Serikat dan Eropa, bahkan India menargetkan pertumbuhan mobil listrik terus meningkat di masa depan. (Foto: Telegraph)

Sedangkan menurut Renault, total biaya kepemilikan kendaraan listrik pada awal 2020-an bisa sama dengan mesin konvensional (bensin dan diesel). Renault mengaku memiliki dua kurva, dimana salah satunya adalah pengurangan biaya teknologi mobil listrik, karena ada lebih banyak terobosan dalam biaya teknologi, ditunjang dengan volume yang semakin banyak, sehingga harga jualnya akan turun. Sementara harga ICE (internal combustion engine) akan naik, akibat dari aturan yang lebih ketat, terutama mengenai peraturan polusi udara.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY