Setelah Meksiko dan Jepang, Kini Trump Ganti Serang Jerman

Setelah Meksiko dan Jepang, Kini Trump Ganti Serang Jerman

378
0
BERBAGI
Sejumlah kebijakan Trump dinilai memberatkan kalangan industri (foto : Locker Down)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, nampaknya masih belum puas untuk berhenti mengomentari industri otomotif dunia yang dirasanya harus tunduk pada kemauan Amerika Serikat. Jika sebelum ini kita tahu Trump bereaksi keras pada Meksiko dan Jepang karena menurut Trump tidak berpihak pada kemauan Amerika Serikat, maka kini giliran Jerman yang kena semprot Trump.

Trump dikabarkan menyerang Jerman secara verbal di pertemuan puncak NATO (North Atlantic Treaty Organization) di Brussels, dengan sejumlah pemimpin Uni Eropa. Trump dengan berani menyarankan agar Jerman berhenti menjual mobil mereka di Amerika Serikat. “Jerman itu buruk, sangat buruk. Lihatlah jutaan mobil yang mereka jual di AS. Kami akan menghentikan ini,” demikian ucap Trump.

Untuk Membatasi Penjualan dan Mendorong Perakitan Lokal

Walaupun secara sepintas dapat diartikan jika Trump ingin menghentikan penjualan mobil Jerman di Amerika Serikat, namun pernyataan Trump tadi belum sepenuhnya dapat dipahami. Sebelum ini, Trump telah mengajukan usulan pajak sebesar 35 persen untuk mobil impor yang diharapkan mampu membatasi penjualan mobil impor dan mendorong pabrikan Jerman lebih banyak merakit kendaraan mereka secara lokal di Amerika Serikat.

Pabrik BMW Spartanburg di Amerika Serikat menjadi pabrik BMW terbesar di dunia (Foto: BMWblog)

Tuntutan Trump tersebut sebenarnya tidak begitu beralasan, karena saat ini sejumlah pabrikan asal Jerman seperti BMW, Daimler, dan Volkswagen telah memiliki fasilitas manufaktur di Amerika Serikat, bahkan pabrik BMW Spartanburg menjadi yang terbesar. Melalui fasilitas produksi inilah sebagian besar model SUV asal Jerman yang laku keras di AS dirakit.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY