Tata Motors Indonesia Targetkan Xenon Bisa Sumbang Banyak Penjualan

Tata Motors Indonesia Targetkan Xenon Bisa Sumbang Banyak Penjualan

808
0
BERBAGI
(foto: tatamotors.co.id)

Agen pemegang merek Tata Motors di Indonesia, PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), berambisi untuk memenuhi target penjualan salah satu produk terbaru mereka, Xenon Heavy Duty (HD). Menurut Manajer Brand Kendaraan Niaga TMDI, Wilda Bachtiar, penjualan produk Xenon cukup menjadi anomali tersendiri bagi Tata sehingga pihaknya berusaha menggalakkan strategi khusus untuk menggenjot penjualan produk tersebut. “Kami sedang membuat edukasi ke salesman kami, supaya mereka lebih percaya diri,” kata Wilda. “Soalnya, dari tampangnya Xenon ini kelihatan heavy, mobil pick up yang kemampuannya mirip-mirip truk. Otomatis pelanggan lihat produk tanpa melihat spesifikasi tetapi langsung menguji muatan,” tambahnya.

Oleh karena itu pula, Tata menempuh strategi kedua yakni menggiatkan beragam aktivitas pelanggan untuk membuktikan kemampuan Xenon. “Kepada khlayak kami juga membuat beberapa event activity untuk memberikan bukti bahwa Xenon HD ini muatannya bisa lebih berat, kemampuannya di tanjakan terjal mumpuni, bahkan bisa mengalahkan kompetitor,” katanya.

Target Hingga 20%

Pihak TMDI berencana mulai menggencarkan kampanye penjualan untuk Xenon HD mulai Juni 2017 mendatang, meski Wilda tak mengungkapkan seberapa banyak aktivitas penjualan yang melibatkan pelanggan akan digelar. TMDI juga mengharapkan dua model terbaru yakni Super Ace High Torque (HT) DLS dan Xenon Heavy Duty (HD) bisa menyumbangkan penjualan 10 persen dan 20 persen di masing-masing model induknya. “Karena unit keduanya baru tersedia mulai Agustus mendatang, untuk Super Ace HT bisa menyumbangkan 10 persen dari total penjualan Super Ace saja sudah bagus,” kata Wilda.

Tata Super Ace HT. (foto: Carvaganza)

Meski baru tersedia Agustus, Wilda mengklaim bahwa respon pelanggan terhadap HT cukup positif, yang selama ini dipantau dari antusiasme lewat media sosial resmi TMDI di Indonesia. Hal itu, lanjut Wilda, dikarenakan kehadiran varian HT memang didasarkan pada kebutuhan pelanggan yang selama ini tidak terlayani oleh Tata di Indonesia, yakni pick-up dengan torsi lebih besar yang tangguh untuk menaklukkan medan menanjak.

Memanfaatkan Selisih Harga

Dengan kemampuan Xenon yang lebih tinggi daripada kendaraan niaga ringan yang lainnya, Wilda menuturkan bahwa bukan tidak mungkin membuat pick-up mereka itu merambah ke pasar konsumen yang selama ini lebih cenderung menggunakan truk ringan. “Di sebagian daerah memang begitu. Misalnya di Sulawesi sana, ada juga konsumen yang biasanya pakai truk empat roda kemudian melihat Xenon ini yang mereka nilai sebagai pick-up dengan kemampuan mirip truk sehingga beralih,” kata Wilda.

Tata Xenon saat diuji di track off-road di Jeep Station Indonesia, Gadok, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 15 Maret 2017. (foto: Kompas)

Selain itu, menurut Wilda, selisih harga antara kendaraan niaga berat dan Tata Xenon juga bisa dimanfaatkan. “Selisih harga bisa jadi pertimbangan juga, karena kalau ambil truk cuma dapat satu, ambil Xenon bisa dapat dua,” ujarnya. Sejak diluncurkan pada IIMS 2017 tersebut, pihak TMDI masih merahasiakan kisaran harga yang akan dibanderol untuk Xenon HD. Xenon HD rencananya akan mulai disediakan TMDI untuk pasar Indonesia pada Agustus 2017 mendatang.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY