Jika Bajaj di Indonesia Sudah Punah, Sebentar Lagi Jeepney di Filipina Juga...

Jika Bajaj di Indonesia Sudah Punah, Sebentar Lagi Jeepney di Filipina Juga akan Dihilangkan

4501
0
BERBAGI
(foto: Stuartxchange)

Jika anda sudah pernah bepergian ke Filipina, pasti sudah tidak asing lagi dengan angkutan umum lokalnya yang sangat melegenda, jeepney. Sayangnya, seperti yang sudah dilakukan pemerintah Jakarta kepada bajaj, pihak berwenang di Filipina juga berencana untuk menghapus angkutan umum legendaris peninggalan Perang Dunia II tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengurangi polusi dan meningkatkan keamanan berkendara. Saking melegendanya minibus yang dijuluki jeepney tersebut, sampai-sampai masyarakat dunia pun memujinya sebagai raja jalanan dan disebut mirip seperti Yellow Taxi di New York, karena bisa menjadi simbol budaya transportasi di Filipina yang murah untuk jutaan orang dalam beberapa dekade terakhir.

Namun di bawah program modernisasi pemerintah, kendaraan jenis itu dan yang berusia 15 tahun ke atas tidak boleh beroperasi di jalanan mulai 2020. Kendaraan itu kemudian diganti dengan versi yang lebih ramah lingkungan. Dallos (55), mengemudikan Jeepney sambil menepuk-nepuk setir saat kakinya yang dibalut celana berbahan licin menginjak gas untuk membawa mobil tua itu melewati sekumpulan penumpang yang berdiri sambil mengipaskan tangannya karena cuaca yang panas. “Ini seperti istri saya, jeepney ini bersama saya setiap hari, saya tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus saya lakukan,” kata Dallos seperti dikutip dari AFP. “Saya marah karena saya akan kehilangan pekerjaan, saya dipaksa pulang ke provinsi saya, menjadi penonton dan kelaparan,” tambahnya.

Peraturan yang Sulit Dilakukan

Pemerintah Filipina sendiri mengakui bahwa rencana tersebut akan sulit dilaksanakan karena mempengaruhi industri transportasi mikro dan pemilik jeepney yang miskin. Dallos bekerja selama 14 jam sehari selama 20 tahun terakhir untuk mencukupi kebutuhan istri, tujuh anak, dan tiga cucunya yang tinggal di sebuah provinsi pertanian dataran tinggi dimana dia tidak punya lahan di sana. Dalam sehari ia menghasilkan uang 500 peso atau sekira Rp 134 ribu.

Kendaraan ini menjadi transportasi kebanggaan warga Filipina. (foto: Asiatravelbug)

Sekali jalan, Jeepney bisa membawa lebih dari 20 orang sekaligus. Mobil itu menggunakan mesin diesel yang murah dan menghasilkan banyak polusi. Sedangkan pengemudinya terkenal kerap melanggar peraturan lalu lintas. “(Mobil) dinosaurus kami tidak efisien, Jeepney harus dipindahkan ke museum, kotor, tidak efisien, tidak sehat,” kata Sekretaris Keuangan Carlos Dominguez. Pemerintah berjanji akan membantu pemilik menjual jeepney tua serta akses pinjaman agar bisa memiliki mobil baru sambil mendorong para pengemudi ikut pelatihan keselamatan. Namun para kritikus mempertanyakan sumber biaya untuk hal itu.

Kendaraan ini terkenal dengan kreasi seni psychedelic-nya. (foto: Smugmug)

Pihak berwenang mengatakan masyarakat komuter layak mendapatkan transportasi yang lebih baik. Mereka pun merancang unit dengan mesin yang memiliki standar emisi Eropa atau mobil listrik dengan GPS yang bisa diakses melalui aplikasi. Tapi tarif delapan peso untuk satu kali naik membuat jeepney menjadi satu-satunya pilihan yang paling terjangkau bagi banyak orang. “Ini satu-satunya cara yang paling mudah, saya tidak bisa naik taksi karena itu sangat mahal,” kata Maria Luisid, seorang mahasiswa kedokteran.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY