Indonesia ternyata memiliki prestasi yang cukup membanggakan di bidang otomotif. Salah satunya adalah mampu mengekspor mobil niaga ke Jepang, salah satu negara produsen otomotif terbesar di dunia. Mobil niaga yang dimaksud adalah Daihatsu Gran Max, yang diproduksi oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Indonesia.

Daihatsu Gran Max mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2007 dan mulai dijual pada tahun 2008. Gran Max menggantikan model sebelumnya, yaitu Daihatsu Zebra Master. Gran Max memiliki dua varian, yaitu minivan dan pikap, yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan bisnis.

Tidak hanya dijual di Indonesia, Gran Max juga diekspor ke sejumlah negara, termasuk Jepang. Ekspor Gran Max ke Jepang dimulai sejak tahun 2008, yang merupakan pencapaian gemilang mengingat standar tinggi yang ditetapkan oleh negara tersebut. Sebelumnya, belum ada merek atau produsen asal Indonesia yang bisa mengekspor mobil CBU (Completely Built Up) ke Jepang, meskipun hanya mengisi segmen kendaraan niaga, bukan penumpang.

Namun, ada yang menarik dari ekspor Gran Max ke Jepang. Mobil tersebut tidak menggunakan logo Daihatsu, melainkan logo Toyota. Hal ini karena Daihatsu dan Toyota memiliki hubungan kerjasama yang erat, sehingga produk-produk Daihatsu sering dijual dengan merek Toyota di beberapa negara, termasuk Jepang.

Gran Max yang diekspor ke Jepang menggunakan nama Toyota Town Ace untuk varian minivan dan Toyota Lite Ace untuk varian pikap. Selain itu, Gran Max juga diekspor ke Jepang dengan merek Mazda, yaitu Mazda Bongo. Hal ini karena Mazda juga memiliki aliansi dengan Toyota, sehingga mendapatkan lisensi untuk menjual produk-produk Toyota dengan merek Mazda.

Meskipun menggunakan merek yang berbeda, Gran Max yang diekspor ke Jepang tidak mengalami banyak perubahan selain logo. Spesifikasi dan fitur mobil tetap sama dengan yang dijual di Indonesia. Bahkan, Gran Max yang diekspor ke Jepang juga memiliki airbag sebagai fitur keselamatan, yang tidak dimiliki oleh Gran Max yang dijual di Indonesia.

Sayangnya, baru-baru ini Gran Max yang diekspor ke Jepang mendapat masalah. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT) Jepang mencabut Vehicle Type Approval (VTA) terhadap tiga mobil Daihatsu yang dijual di Jepang, yaitu Daihatsu Gran Max, Toyota Town Ace, dan Mazda Bongo. Kementerian MLIT Jepang menemukan adanya penyimpangan prosedur baru dalam proses sertifikasi mobil Daihatsu. Adapun tiga model yang terdampak tersebut semuanya merupakan versi pikap.

Daihatsu sendiri telah meminta maaf atas kesalahan tersebut dan berjanji akan memperbaiki proses sertifikasi mobilnya. Daihatsu juga mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan kualitas dan performa mobil yang terdampak. Daihatsu juga berharap agar masalah ini tidak mempengaruhi reputasi dan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk Daihatsu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini