Motor terbakar adalah salah satu kejadian yang bisa menimbulkan panik dan bahaya bagi pengendara maupun orang sekitar. Apalagi jika tidak tahu cara menangani api yang berkobar dengan benar. Banyak orang yang masih salah kaprah dengan menyiram air ke motor yang terbakar, padahal hal ini justru bisa memperparah keadaan.

Lalu, bagaimana cara yang benar untuk memadamkan api motor terbakar? Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa anda lakukan, berdasarkan saran dari para ahli dan praktisi.

1. Segera turun dari motor dan jauhkan diri dari sumber api

Langkah pertama yang harus anda lakukan jika motor anda terbakar adalah segera turun dari motor dan menjauhkan diri dari sumber api. Jangan coba-coba untuk mematikan mesin atau mengeluarkan kunci kontak, karena hal ini bisa menyebabkan percikan api yang lebih besar. Jika anda menggunakan helm, segera lepaskan helm anda dan jangan lupa untuk mematikan kran bensin jika motor anda masih menggunakan karburator.

2. Gunakan APAR, pasir, atau kain basah untuk menutupi api

Langkah kedua yang harus anda lakukan adalah mencari bantuan untuk memadamkan api. Jika ada APAR (alat pemadam api ringan) di sekitar anda, segera gunakan APAR tersebut untuk menyemprotkan busa ke arah api. Jika tidak ada APAR, anda bisa menggunakan pasir atau kain basah untuk menutupi api. Caranya, basahi kain atau karung goni dengan air dan lemparkan ke permukaan motor yang terbakar. Hal ini bertujuan untuk menghentikan suplai oksigen ke api, sehingga api bisa padam.

3. Jangan gunakan air biasa untuk menyiram api

Langkah ketiga yang harus anda hindari adalah menggunakan air biasa untuk menyiram api. Mengapa? Karena air biasa tidak efektif untuk memadamkan api yang berasal dari minyak, karet, atau kabel listrik. Bahkan, air biasa bisa membuat api semakin membesar, karena air akan mengambang di bawah permukaan bensin atau oli yang terbakar, dan menyebarkan api ke bagian lain yang belum terbakar. Jika anda ingin menggunakan air, pastikan air tersebut dicampur dengan larutan karbon dioksida atau busa pemadam api, dan gunakan pada tahap akhir, ketika api sudah mulai mengecil.

4. Hubungi pihak berwenang untuk melaporkan kejadian

Langkah keempat yang harus anda lakukan adalah menghubungi pihak berwenang, seperti pemadam kebakaran, polisi, atau asuransi, untuk melaporkan kejadian. Jelaskan kronologi dan lokasi kejadian dengan jelas, dan minta bantuan untuk mengevakuasi motor anda. Jika ada korban luka akibat kebakaran, segera bawa korban ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

5. Cari tahu penyebab dan dampak kebakaran

Langkah kelima yang harus anda lakukan adalah mencari tahu penyebab dan dampak kebakaran. Penyebab kebakaran motor bisa bermacam-macam, mulai dari korsleting listrik, kebocoran bensin, overheat, sampai kesalahan penggunaan. Anda bisa memeriksa kondisi motor anda setelah api padam, atau meminta bantuan mekanik untuk menganalisa kerusakan. Selain itu, anda juga harus mengetahui dampak kebakaran, baik secara fisik, psikologis, maupun finansial. Anda bisa mengklaim asuransi jika motor anda sudah diasuransikan, atau mencari solusi lain untuk mengganti kerugian yang anda alami.

Itulah beberapa langkah yang bisa anda lakukan jika motor anda terbakar. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa meningkatkan kesadaran anda tentang bahaya dan cara penanganan kebakaran motor. Tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara, dan jangan lupa untuk selalu menjaga motor anda agar tetap dalam kondisi prima.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini