Saat mengisi bahan bakar di SPBU, kita biasanya diminta untuk mematikan mesin kendaraan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat percikan api yang bisa menyulut bahan bakar yang mudah terbakar. Namun, ada beberapa bus yang tetap menyalakan mesinnya saat mengisi solar di SPBU. Apakah ini tidak berbahaya? Apa alasan di baliknya?

Ternyata, ada beberapa alasan mengapa bus tetap menyalakan mesinnya saat mengisi solar di SPBU. Salah satunya adalah untuk menjaga kenyamanan penumpang yang berada di dalam bus. Karena jika mesin bus dimatikan, maka AC atau pendingin udara juga akan ikut mati. Hal ini bisa membuat penumpang merasa kegerahan dan tidak nyaman, terutama jika proses pengisian bahan bakar memakan waktu yang cukup lama .

Selain itu, alasan lainnya adalah karena sistem pengereman pada bus berbasis diesel memerlukan udara kompresi dari mesin. Jika mesin dimatikan, maka kompresor juga akan ikut mati. Hal ini bisa berbahaya jika bus harus berhenti mendadak atau mengalami rem blong .

Namun, meskipun ada alasan-alasan tersebut, sebenarnya tetap lebih baik jika bus mematikan mesinnya saat mengisi solar di SPBU. Karena meskipun solar tidak mudah terbakar seperti bensin, tetap ada risiko kebakaran jika ada sumber api atau panas yang berdekatan dengan uap solar. Sumber api atau panas tersebut bisa berasal dari mesin bus sendiri, kelistrikan yang tidak sempurna, atau kendaraan lain yang juga mengisi bahan bakar di SPBU .

Oleh karena itu, para pengemudi bus sebaiknya tetap menaati peraturan yang berlaku di SPBU, yaitu mematikan mesin kendaraan saat mengisi bahan bakar. Hal ini demi keselamatan dan kenyamanan bersama, baik bagi penumpang, pengemudi, maupun petugas SPBU .

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini