BMW E30 adalah salah satu mobil lawas yang masih diminati hingga saat ini. Mobil ini merupakan sedan BMW yang diproduksi pada era ’80-an awal hingga ’90-an awal. Populasinya cukup banyak di dunia, termasuk di Indonesia yang dijual dengan skema Complete Knock-Down dengan komponen yang didatangkan langsung dari Jerman.

Popularitas E30 di Indonesia naik karena digunakan pada film Catatan Si Boy yang dirilis tahun 1987. Sehingga, di akhir ’80-an, mobil ini sering kali diasosiasikan sebagai mobil mewah atau mobilnya para sosialita.

Namun, beberapa tahun belakangan ini, E30 kembali diburu para pencinta otomotif. Apa yang menyebabkan mobil ini kembali jadi idola?

Tren Mobil ’90-an

Salah satu faktor yang mempengaruhi minat terhadap E30 adalah tren mobil-mobil ’90-an yang mulai naik lagi. Ada yang suka mobil-mobil Jepang atau Japan Domestic Market (JDM), seperti Civic, Estilo, dan lain-lain. Nah, kalau yang mobil Eropa, banyak yang larinya ke E30.

Findy Dony, pemilik bengkel spesialis BMW E30 Finn’s Garage, mengatakan, awal mula E30 belakangan ini jadi ramai lagi peminatnya adalah ketika tren mobil-mobil ’90-an mulai naik lagi.

"Ada yang suka mobil-mobil Jepang atau Japan Domestic Market (JDM), seperti Civic, Estilo, dan lain-lain. Nah, kalau yang mobil Eropa, banyak yang larinya ke E30," ujar Findy kepada Kompas.com.

Figur Publik

Faktor lain yang membuat E30 kembali populer adalah penggunaannya oleh beberapa figur publik. Beberapa selebriti, youtuber, dan influencer ternyata juga memiliki atau pernah menggunakan E30.

Misalnya, Fitra Eri pernah pakai, Andrea Taulany juga, Arief Muhammad, Den Dimas, dan lainnya. Lalu, dari situ mulai deh, yang di daerah juga nonton YouTube jadi tertarik.

The Ultimate Driving Machine

Selain faktor-faktor di atas, tentu saja E30 memiliki daya tarik sendiri dari segi desain, performa, dan kenyamanan berkendara. E30 diciptakan dengan konsep The Ultimate Driving Machine yang artinya mesin yang hebat untuk dikendarai.

Mobil ini awalnya didesain oleh Paul Bracq dan selanjutnya dikembangkan oleh Claus Luthe. Sementara itu, eksteriornya didesain oleh Boyke Boyer. Modelnya tidak hanya sedan 4-pintu, E30 awalnya justru diproduksi dengan 2-pintu alias coupe. Kemudian, terus berkembang dan lahir juga model cabriolet atau atap terbuka dan wagon alias touring.

E30 juga memiliki beberapa varian mesin yang berbeda, mulai dari 1.6 liter hingga 2.5 liter. Salah satu yang paling terkenal adalah E30 M3 yang merupakan versi sport dari E30. Mobil ini memiliki mesin 2.3 liter dengan tenaga 200 hp. Mobil ini juga sukses di ajang balap mobil, seperti DTM dan World Touring Car Championship.

Tips Membeli E30

Bagi yang tertarik untuk memiliki E30, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli. Findy Dony memberikan beberapa tips untuk mencari E30 yang berkualitas.

  • Cek celah pintu dengan bodi, apakah presisi semua, rata semua. Kalau sudah ada yang tidak rata, berarti ada yang salah dengan mobilnya. Bisa saja pernah tabrakan, geser, atau yang lainnya.
  • Cek kolong, apakah ada karatnya atau mungkin sudah ada yang keropos. Lalu, lihat bagian trisplang, apakah masih lurus atau sudah keriting.
  • Cek interior, sebisa mungkin cari yang joknya masih orisinal, meskipun cukup sulit. Lalu, yang penting dasbornya tidak retak-retak. Jika ada retak-retak, berarti mobil tersebut sering dijemur di luar.
  • Cek door trim, apakah masih menempel kuat atau tidak. Sebab, pada BMW E30 ini door trim dipasang dengan cara ditekan, bukan dijahit. Jadi, kalau sudah menurun, biasanya sudah mulai ada yang terbuka.
  • Cek roda, apakah kiri dan kanannya sama. Kalau yang sudah capek mobilnya, itu bannya bisa miring, mungkin bisa sisi sebelahnya saja. Mungkin sewaktu dulu dipakai jarang dirawat kaki-kakinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini