Mobil merupakan salah satu aset yang seringkali dianggap akan lebih awet jika jarang digunakan. Namun, anggapan ini bisa jadi sebuah kesalahan yang berakibat pada biaya perawatan yang tidak terduga. Kendaraan yang jarang beroperasi atau seringkali hanya terparkir di garasi ternyata menyimpan berbagai risiko kerusakan.

Risiko Kerusakan pada Mobil yang Jarang Digunakan

Aki Soak

Salah satu masalah yang sering muncul adalah aki yang menjadi soak. Tanpa siklus pengisian ulang secara teratur, aki dapat kehilangan kemampuannya dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Ini menjadi masalah serius ketika mobil dibutuhkan dan ternyata tidak bisa dihidupkan.

Tekanan Ban Berkurang

Ban mobil yang tidak berputar dalam waktu yang lama dapat mengalami penurunan tekanan udara. Ini tidak hanya membuat ban mengempis, tetapi juga dapat merusak struktur internal ban itu sendiri.

Kerusakan Kaki-Kaki

Kerusakan pada bagian kaki-kaki mobil juga menjadi perhatian, terutama pada ban dan bearing. Tekanan yang terus-menerus pada satu titik tanpa adanya rotasi dapat menyebabkan kerusakan pada bagian ini.

Rem Disc Brake Bermasalah

Rem disc brake yang tidak digunakan dalam waktu yang lama dapat mengalami karat pada piston dan pen kaliper. Hal ini dapat menyebabkan suara bising saat rem diinjak atau getaran pada pedal rem.

Korosi Tangki Bensin

Tangki bensin yang jarang terisi penuh dapat menjadi rawan korosi, terutama jika mobil jarang digunakan. Hal ini dapat menyebabkan masalah yang lebih serius pada sistem bahan bakar mobil.

Langkah Pencegahan

Untuk menghindari berbagai penyakit pada mobil yang jarang digunakan, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Panaskan Mobil Secara Berkala: Memanaskan mobil dua hari sekali dapat membantu menjaga siklus pengisian aki dan mencegah ban mengempis.
  • Periksa dan Atur Tekanan Ban: Pastikan tekanan ban selalu dalam kondisi ideal, bahkan ketika mobil tidak digunakan.
  • Lakukan Perawatan Berkala: Ganti oli dan periksa kondisi komponen mobil sesuai dengan jadwal perawatan, meskipun mobil jarang digunakan.

Dengan memahami risiko dan melakukan pencegahan yang tepat, pemilik mobil dapat mengurangi potensi kerusakan yang mungkin terjadi pada kendaraan yang jarang beroperasi. Perawatan yang baik dan konsisten adalah kunci untuk menjaga mobil tetap dalam kondisi prima, tidak peduli seberapa sering mobil tersebut digunakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini