Dr. Ing Ir. Tri Yuswidjajanto, seorang pakar bahan bakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), baru-baru ini mengungkapkan bahwa beberapa pengelola SPBU Pertamina telah melakukan kecurangan dengan mencampurkan Pertalite dan zat warna untuk menghasilkan produk yang mirip dengan Pertamax. Menurut beliau, praktik ini dilakukan dengan sangat profesional.

Pengoplosan bahan bakar ini bukan hanya sekedar mencampurkan zat warna, tetapi juga memastikan bahwa zat tersebut kompatibel dengan kandungan bahan bakar sehingga tidak menimbulkan masalah bagi pengguna. Dr. Tri Yuswidjajanto, yang merupakan alumni dari Technische Universitat Clausthal di Jerman, menyatakan bahwa praktik ini telah berlangsung selama lebih dari dua tahun tanpa adanya keluhan dari konsumen.

Penggunaan alat bernama Particle Counter memungkinkan para pengelola SPBU untuk mengukur jumlah pengotor yang terdapat dalam BBM setelah ditambahkan pewarna. Ukuran partikel pengotor ini sangat kecil, bisa berukuran 4 mikron hingga 14 mikron.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap kualitas bahan bakar yang mereka gunakan. Dr. Tri Yuswidjajanto menekankan pentingnya ISO Cleanliness dalam proses ini untuk memastikan bahwa tidak ada peningkatan jumlah pengotor yang dapat menyebabkan deposit pada mesin kendaraan.

Dengan adanya pengungkapan ini, diharapkan dapat ada tindakan lebih lanjut untuk mencegah praktik kecurangan serupa di masa depan dan memastikan bahwa konsumen mendapatkan produk bahan bakar yang berkualitas dan sesuai dengan apa yang mereka bayarkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini