Pemerintah Indonesia berencana merevisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014, yang akan membatasi pembelian bahan bakar Pertalite hanya untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 150 cc ke bawah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik motor dengan mesin di atas 150 cc yang masih berkompresi rendah, karena mereka akan dipaksa menggunakan bahan bakar Pertamax yang memiliki oktan lebih tinggi.

Menurut Dicky Nurjaman, seorang teknisi resmi Yamaha, mesin dengan rasio kompresi rendah tidak mampu membakar bensin oktan tinggi secara sempurna. Ini menyebabkan sisa bensin yang tidak terbakar tertinggal di ruang bakar, yang dapat menyebabkan efek negatif seperti tarikan motor yang berat dan suhu mesin yang terlalu panas.

Selain itu, ada efek samping yang disebut dengan fuel dilution, di mana sisa bensin yang tidak terbakar bisa mencemari bagian atau komponen mesin lainnya. Hal ini berbahaya karena bahan bakar yang tidak terbakar tersebut bisa masuk ke bak oli mesin melalui celah piston dan liner, menyebabkan oli mesin menjadi lebih encer dan cepat rusak.

Dengan adanya pembatasan Pertalite ini, pemilik motor kompresi rendah harus lebih berhati-hati dalam memilih bahan bakar dan mempertimbangkan efek jangka panjang terhadap mesin mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini