Senin pagi yang tragis di KM 58 tol Jakarta-Cikampek (Japek) menyisakan duka mendalam. Kecelakaan maut yang melibatkan beberapa kendaraan, termasuk Daihatsu Granmax dan Daihatsu Terios yang sedang melakukan contraflow, telah mengakibatkan kehilangan nyawa sebanyak 13 orang.

Pakar keselamatan, Jusri Pulubuhu, founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menekankan bahwa contraflow merupakan mekanisme yang sangat rawan kecelakaan karena memasuki jalur arah berlawanan. Beliau menambahkan bahwa sangat tidak diperbolehkan bagi mobil yang mengalami masalah untuk menepi ke kanan atau ke bahu jalan di lajur yang berlawanan. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan maut karena kendaraan di depan mungkin tidak melihat dan bergerak dengan kecepatan tinggi.

"Sebisa mungkin kondisi mobil dalam keadaan baik kalau ingin masuk ke lajur contraflow," ujar Jusri Pulubuhu. Beliau juga menyarankan agar jika mengalami masalah, sebaiknya kendaraan menepi dan mendekati tembok sambil menghidupkan lampu hazard. Pengemudi juga disarankan untuk memasang segitiga pengamanan untuk memberitahu pengendara lain bahwa mobil sedang dalam masalah.

Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang pentingnya keselamatan di jalan raya dan mengikuti aturan lalu lintas untuk menghindari tragedi serupa di masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini