Pada awal tahun 2021, Tesla memperkenalkan antarmuka layar sentuh untuk menggantikan tuas transmisi tradisional pada kendaraannya. Namun, desain baru ini telah menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan setelah insiden tragis yang menewaskan Angela Chao, CEO Foremost Group.

Menurut laporan, Chao mengalami kecelakaan saat mencoba melakukan manuver tiga titik dan secara tidak sengaja memindahkan kendaraannya ke posisi mundur (reverse) alih-alih maju (drive). Insiden ini terjadi di sebuah peternakan di Texas dan mengakibatkan kendaraan Tesla Model X yang dikendarainya tercebur ke dalam kolam.

Kecelakaan ini menyoroti masalah yang telah lama diketahui oleh para pemilik Tesla. Sejumlah pengaduan telah diajukan terkait dengan desain transmisi layar sentuh yang membingungkan pengguna, yang terkadang menyebabkan mereka salah memilih antara posisi mundur dan maju. Bahkan, beberapa pengaduan menyebutkan bahwa kendaraan Tesla dapat secara otomatis berpindah antara posisi drive dan reverse tanpa peringatan.

Penyelidikan yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menunjukkan bahwa telah terjadi sekitar 20 pengaduan dari pemilik kendaraan mengenai masalah shifter pada model Tesla tahun 2015-2023, termasuk Model 3, S, dan Y. Namun, NHTSA menyatakan bahwa mereka belum menerima pengaduan spesifik tentang masalah transmisi pada Model X.

Tragedi yang menimpa Angela Chao menjadi sorotan penting terhadap desain transmisi Tesla dan menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan fitur-fitur inovatif yang diusung oleh produsen otomotif tersebut. Kecelakaan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya desain intuitif dan aman, terutama ketika berkaitan dengan fitur kendali utama sebuah kendaraan..

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini