Sejarah pelat nomor kendaraan di Indonesia tidak lepas dari pengaruh kolonialisme. Pada masa penjajahan, tentara Inggris yang berhasil merebut Batavia dari Belanda membagi pasukannya menjadi 26 batalion, masing-masing dengan kode huruf A hingga Z. Kode-kode ini kemudian menjadi dasar penamaan pelat nomor di berbagai wilayah di Indonesia.

Misalnya, Batavia yang dikuasai oleh batalion B kemudian menggunakan kode B pada pelat nomornya. Demikian pula dengan Surabaya yang dikuasai oleh batalion L, sehingga menggunakan kode L pada pelat nomor kendaraannya.

Penggunaan pelat nomor ini terus berkembang seiring waktu, mengikuti perubahan sosial dan regulasi yang ada. Saat ini, pelat nomor kendaraan di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai identitas kendaraan tetapi juga mencerminkan identitas daerah pemilik kendaraan tersebut.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang sejarah dan perkembangan pelat nomor kendaraan di Indonesia, serta bagaimana kode-kode wilayah tersebut menjadi bagian dari identitas nasional kita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini