Jakarta, 19 April 2024 – Kecelakaan beruntun di jalan tol menjadi perhatian serius bagi para pengguna jalan. Namun, meskipun sudah banyak insiden semacam ini, masih banyak pengemudi yang kurang memperhatikan jarak aman dengan kendaraan di depannya.

Rumus Jaga Jarak 3 Detik

Dalam berkendara di jalan tol, ada rumus jaga jarak tiga detik yang sebenarnya sangat penting untuk menghindari tabrakan beruntun. Tiga detik merupakan waktu persepsi manusia dan reaksi mekanikal kendaraan saat berada di jalan. Namun, di ruas jalan tol di Indonesia, penerapan rumus ini ternyata sulit dilakukan.

Kendala di Jalan Tol

Jusri Pulubuhu, instruktur utama dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengungkapkan bahwa hanya sebagian kecil pengemudi di Indonesia yang memahami dan menerapkan rumus jaga jarak tiga detik. Mayoritas pengguna jalan di Indonesia tidak memahami konsep following distance berbasis waktu reaksi, sehingga perilaku mereka dalam menjaga jarak antar kendaraan seringkali kurang terarah.

Alasan Sulitnya Penerapan

Jusri menjelaskan dua alasan mengapa rumus tiga detik di jalan tol sulit diterapkan:

  1. Kebiasaan Menyalip: Pengemudi di Indonesia sering menyalip, sehingga saat menjaga jarak, mereka cenderung memberikan ruang bagi kendaraan lain untuk masuk. Ini dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam jarak antar kendaraan.
  2. Bumbu Bumper to Bumper: Meskipun pengemudi memberikan jarak di depan, mereka seringkali tidak memperhatikan jarak di belakang. Akibatnya, kendaraan bisa berdekatan secara berlebihan.

Solusi

Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi setiap pengemudi untuk memahami bahaya di jalan dan menjaga jarak aman. Dengan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik, penerapan rumus tiga detik dapat menjadi lebih efektif.

Ingatlah selalu untuk mengutamakan keselamatan dan menghindari tabrakan beruntun di jalan tol. Semoga artikel ini membantu meningkatkan kesadaran kita semua! 🚗🛣️

Kompas.com – Kerap Kecelakaan Beruntun, Rumus Jaga Jarak 3 Detik Sulit Dilakukan di Tol Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini