Saat kita bersiap untuk mudik, ada satu komponen penting pada mobil yang tidak boleh kita abaikan: drive belt. Komponen ini memiliki peran krusial karena menghubungkan mesin dengan berbagai sistem seperti AC, pengisian daya aki, pendingin mesin, dan power steering.

Menurut Hardi Wibowo, pemilik Aha Motor Yogyakarta, jika drive belt putus di tengah perjalanan, bisa langsung timbul berbagai masalah. Oleh karena itu, penting untuk mengganti drive belt secara rutin. "Penggantian drive belt biasanya dilakukan tiap 40.000 Km sesuai anjuran dari pabrikan atau diler," ujar Hardi.

Drive belt yang rusak dapat menyebabkan aki tekor karena tidak ada pengisian arus listrik dari alternator, AC menjadi tidak dingin karena kompresor berhenti berputar, dan bahkan mesin bisa mengalami overheating jika pompa air berhenti mengalirkan coolant. Untuk mobil yang masih menggunakan power steering jenis fluida, roda kemudi akan terasa berat saat diputar.

Jadi, sebelum Anda berangkat mudik, pastikan untuk memeriksa dan mengganti drive belt jika diperlukan. Langkah sederhana ini bisa menghindarkan Anda dari banyak masalah di jalan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini